Wae Rebo: Destinasi Wisata yang Menantang dan Memukau
Penulis: Admin

Terletak
di bagian timur Pulau Nusa Tenggara, Flores dikelilingi oleh laut lepas. Secara
topografi, wilayah ini meliputi Pegunungan, Lembah dan Pantai. Dari tema yang kali ini kita
angkat adalah dikarenakan wilayah Desa ini yang terketak pegunungan vulkanik
yang membentang dari barat ke timur kemudian lembah-lembah yang subur di
sekitar pegunungan menjadikannya daerah yang terlihat menantang terlebih lagi
mengingat Flores ini merupakan Pulau Vulkanik yang Intensif yang mana memiliki
Gunung Api yang masih aktif.
Namun dibalik Fakta-Fakta tersebut ada
Fakta menarik seperti Pulau Folres ini memiliki Kekayaan Alam yang melimpah
mulai dari Flora dan Fauna serta Sumber Daya Alamnya. Selain itu, tersimpan
pula banyak Keindahan Alam dan Budaya unik yang menjadikannya menarik.
Budaya tersebut antara
lain:
Mbaru Niang
Wae Rebo adalah tempat
yang tepat untuk menemukan bangunan dengan arsitektur tradisional. Namanya
Mbaru Niang. Mbaru Niang merupakan rumah adat yang sangat unik yang berada di
Desa wisata Wae Rebo. Mbaru Niang memiliki bentuk yang unik dan menarik yakni
berbentuk kerucut dan memiliki lima lantai dengan tinggi sekitar 15 meter serta
mempunyai tanduk kerbau di ujung kerucutnya. Keunikan mbaru niang inilah yang
menjadi daya tarik utama di Desa Wisata Wae Rebo.
Caci
Simbol keperkasaan
laki-laki Manggarai! Inilah bahasa yang tepat untuk menggambarkan tarian Caci.
Caci adalah tarian yang dimainkan oleh sepasang lelaki dengan memperagakan
adegan perang menggunakan cambuk (larik) dan perisai (ta’ang). Penari yang
bersenjatakan cambuk bertindak sebagai penyerang dan seorang lainnya bertahan
dengan menggunakan perisai. Tarian Caci di Wae Rebo biasanya diselenggarakan
pada saat upacara Penti.
Tarian Rangku Alu
Tarian ini
merupakan permainan yang menggunakan batang bambu sebanyak 4 hingga 6
batang dan dimainkan oleh dua kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4
hingga 6 orang. Satu kelompok bertugas memegang ujung batang bambu dan
mengetuk-ngetukkan antar bambu tersebut sesuai dengan pola dan irama.
Sementara, kelompok yang mendapat giliran untuk bermain, harus melompat di
sela-sela batang bambu tersebut sesuai dengan pola ketukkan bambu untuk
menghindari jepitan bambu.
Penti
Setiap daerah mempunyai
upacara atau ritual adatnya masing-masing. Nah, Wae Rebo mempunyai salah satu
ritual adatnya sendiri nih sobat Godevi, yaitu Upacara penti. Penti
merupakan sebuah acara sakral bagi orang Manggarai, terlebih khusus bagi
masyarakat Wae Rebo. Penti menjadi ritual adat yang dilakukan sebagai bentuk
ucapan syukur masyarakat Wae Rebo atas hasil panen, serta kehidupan yang
dilalui dalam satu tahun terakhir. Untuk sobat Godevi yang mau menyaksikan
langsung upacara penti di Wae Rebo, biasanya dilaksanakan pada pertengahan
bulan November setiap tahunnya.
Itulah Wae Rebo perpaduan unik antara alam yang menantang,
budaya yang kaya, dan keramahan masyarakatnya. Bagi para wisatawan yang ingin
merasakan sensasi petualangan sambil belajar tentang budaya lokal, Wae Rebo
adalah destinasi yang wajib dikunjungi.
Penulis : Masyuri Wardani Nurdin
Tag